Rabu, 29 Mei 2013

Pemahaman Yang Benar

Bacaan : Markus 12 :  18 – 27
Pujian : KJ 355

Nats : “Jawab Yesus kepada mereka: “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah”. (Ayat 24)
Orang-orang Saduki bukan golongan Yahudi yang besar. Mereka golongan bangsawan kaya dan biasanya menjabat Imam dan Imam besar. Mereka tidak mau menerima hukum dan tradisi serta tidak percaya tentang kebangkitan, roh dan malaikat.
Bacaan hari ini menceritakan bahwa orang Saduki datang kepada Yesus dengan sebuah pertanyaan ujian untuk membuat kepercayaan tentang kebangkitan orang mati menjadi sesuatu yang tidak mungkin. Hal ini dikaitkan dengan peraturan Yahudi bila suami meninggal maka saudaranya wajib menikahi janda tersebut, demi kelanjutan nama keluarga dan warisan. Pertanyaan seperti dalam bacaan itu terjadi karena mereka tidak mengerti arti dari kebangkitan dan adanya kuasa Tuhan.
Jawaban Yesus atas pertanyaan tersebut meliputi 2 hal :
1.     Tentang cara kebangkitan, dimana orang yang bangkit dari kematian adalah seperti malaikat-malaikat. Tidak ada lagi hal-hal fisik seperti kawin dan dikawinkan, tidak ada makan minum, tidak ada kecemburuan, kebencian. Orang benar akan duduk dengan mahkota di kepalanya dan akan dipuaskan dengan kemuliaan Allah.
2.     Yesus berbicara tentang fakta kebangkitan, bahwa dalam Keluaran 3: 6 Allah menyebutkan diri-Nya sebagai Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub, berarti mereka masih hidup karena kebangkitannya. Dengan demikian hubungan Allah dengan mereka tidak putus.
Orang-orang Saduki membuat kesalahan dengan memikirkan surga menurut gambaran dunia ini, sesuai keinginannya. Namun demikian kehidupan di surga jauh lebih mengagumkan dari pemahamannya. Sebagaimana dalam Yesaya 64:4 disebutkan “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telingadan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia, semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Syukurlah kita diberi jaminan oleh Tuhan Yesus bahwa kita akan dibangkitkan untuk kehidupan yang maha indah itu. Amin. [Sri]
Ketidak percayaan menghalangimata seseorang melihat mujizat Tuhan (Xavier Quentien Pranata)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar