Senin, 15 Oktober 2012

Berjuang Dengan Merdeka

Bacaan : Galatia 4: 21-26. Pujian: KJ 282 Nats: “Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita.” (ayat.26) Nick Vujicic adalah seorang pemuda Australia tampan dan bersuara indah yang menjadi seorang motivator sekaligus pengkhotbah terkenal. Saya bisa jamin dia berbeda dari motivator-motivator lain di dunia, itu karena sejak lahir Nick Vujicic tak mempunyai tangan dan kaki. Ia hanya memiliki telapak kaki dengan dua jari kecil di pinggang kirinya. Dengan kondisi fisik yang demikian, tentu ia mengalami hidup yang amat berat. Namun ia tak menyerah terhadap keterbatasannya. Nick tak menyesali apa yang tidak ia punya namun bersyukur atas apa yang ia miliki. Nick Vujicic memilih untuk hidup merdeka! Bagaimana dengan kita, apakah kita telah memiliki hidup yang merdeka? Melalui sebuah alegori, Paulus membandingkan kedua isteri Abraham: yang seorang adalah hamba (Hagar) dan yang lain adalah perempuan merdeka (Sara). Anak dari Hagar adalah anak yang berasal dari kedagingan, sedang anak yang dilahirkan Sara adalah anak perjanjian (ay.23). Lalu Paulus menyimpulkan alegorinya sendiri bahwa ini adalah kiasan yang menunjukan bahwa ada anak-anak manusia yang dilahirkan dalam perhambaan (ay.24-25), namun kita adalah anak-anak perempuan yang merdeka (ay.26). Dengan demikian, Paulus ingin menjelaskan bahwa di dalam kuasa darah Kristus kita adalah manusia yang telah dimerdekakan. Merdeka dari kuk Taurat dan bebas dari kuasa dosa. Sebagai orang-orang yang dimerdekakan, tentu cara hidup dan cara pandang kita terhadap hidup juga harus berbeda. Jangan mudah mengeluh atas keterbatasan kita, bersyukurlah atas apa yang ada. Seperti Nick Vujicic yang selalu berusaha mencapai kemerdekaan di tengah keterbatasan fisiknya, mari kita belajar untuk terus berjuang! (Rhe) Tantangan yang ada bertujuan untuk menguatkan pendirian, bukan untuk meniadakan pendirian. (Nick Vujicic)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar