Jumat, 05 Juli 2013

Robohnya Tembok Pemisah

Bacaan : Kisah Para Rasul 15:12 – 21
Nyanyian : KJ 249 : 1 – 2
Nats : “Sebab itu aku berpendapat bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa lain yang berbalik kepada Allah” (ayat 19)
Mungkin kita pernah merasa malas untuk hadir ke persekutuan ibadah kelompok atau wilayah di tempat seseorang. Merasa kurang nyaman bersekutu dengan orang-orang di luar kelompoknya disebabkan perbedaan keadaan ekonomi, suku, ras, pendidikan dan jabatan. Keadaan ini bisa mengganggu kebersamaan dan kenyamanan dalam persekutuan.
Bacaan kita Kis. 15:12-21 menyatakan adanya masalah penerimaan bangsa non Yahudi oleh bangsa Yahudi dalam persekutuan. Bangsa Yahudi tidak dapat menerima bangsa lain yang akan bersekutu bersama dalam satu gereja. Hal ini disebabkan karena mereka merasa sebagai bangsa terpilih dengan merasa lebih tinggi posisinya, dan bangsa lain lebih rendah posisinya sehingga tidak layak melakukan ibadah bersama dan semua harus tunduk pada hukum Taurat Yahudi.
Dalam hal ini Yakobus, yang kepemimpinan moralnya diakui oleh warga jemaat di Yerusalem, menyatakan bahwa murid-murid harus mengijinkan orang non Yahudi masuk ke dalam persekutuan. Ini berarti Yakobus berdiri di pihak bangsa bukan Yahudi walaupun ia seorang peneliti hukum Taurat. Namun demikian Yakobus menasehatkan beberapa peraturan yang harus ditaati bangsa non Yahudi. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa pemisah antara Yahudi dan bukan Yahudi telah berakhir.
Pertemuan ibadah dalam persekutuan merupakan kebutuhan dan kewajiban, karena kita akan mengalami kesegaran rohani, iman dan pengharapan kepada Tuhan bagi hidup kita. Di samping itu dalam ibadah persekutuan yang terbangun adalah hubungan kita dengan Tuhan dan sesama orang percaya. Kita saling mendoakan, membangun, mendorong kepedulian bahkan pengorbanan kita meningkat menjadi nyata bagi sesama. Kiranya kita semakin rajin beribadah, disertai rasa kebersamaan, kesatuan pola pikir, sehingga dalam persekutuan tercipta suasana indah, harmonis dan sukacita. (Sri)
Dalam persekutuan iman kristen jadi hidup


Tidak ada komentar:

Posting Komentar