Kamis, 19 Februari 2015

Sukses Atau Bahagia


Bacaan: Ulangan 7:6 – 11 | Nyanyian KJ:392
Tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir. (ayat 8)
Dalam hidup ini semua orang pasti pernah mengalami yang namanya penderitaan, tetapi tidak ada orang yang selama hidup terus menerus dalam penderitaan. Demikian pula apa yang dialami bangsa Israel dalam perbudakannya di tanah Mesir. Dalam penderitaanya bangsa Israel mendapat kasih dan pertolongan Allah. Pertolongan itu diberikan oleh Allah karena Dia adalah Pengasih dan Penyayang. Dia tidak akan pernah membiarkan umatNya menderita. Hanya saja umatNya harus sabar menantikan pertolonganNya.
Ada nasehat bijak yang tidak bisa saya lupakan mengatakan demikian, “ketika kamu sedang menderita ingatlah bahwa masih banyak orang yang jauh lebih menderita dibanding engkau. Tetapi ketika engkau sedang berbahagia, ingatlah olehmu bahwa tidak mungkin kebahagiaan ini akan kamu nikmati selamanya. Karena dalam hidup ini yang namanya susah dan senang akan selalu datang silih berganti.”
Sekarang apa yang kita lakukan ketika penderitaan sedang menimpa kita? Pertama yakinlah bahwa penderitaan itu bukan karena dosa atau pelanggaran kita, tetapi kalau betul itu karena dosa dan pelanggaran kita, kita mohon ampun dan bertobat. Kalau penderitaan itu karena fitnah dari orang lain, artinya kita sedang diuji apakah kita cukup dewasa secara iman. Setiap ujian akan meningkatkan derajat keimanan serta kesabaran kita.
Saya sering berpesan kepada anak-anak saya, juga kepada karyawan baru di mana saya bekerja, baik yang Kristen maupun yang muslim, dalam hidup ini kuncinya satu, jangan sampai kita melawan kodrat Allah! Apa kodrat Allah? Pengasih dan penyayang. Di manapun kita ditempatkan ketika masih ada kasih dan sayang di hati kita, kebahagiaan pasti mengalir di hati kita. Tapi kalau dendam, iri hati dan kebencian sudah bersarang di hati, artinya kita sudah mulai melawan kodrat Allah, siap-siap menuai penderitaan panjang. [HB]
KITA BAHAGIA BUKAN KARENA KITA SUKSES, TETAPI JUSTRU KARENA KITA BAHAGIA  MAKA KITA SUKSES . (Joel Osteen)
http://www.gkjw.web.id/sukses-atau-bahagia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar