Kamis, 19 April 2012

Tak Lekang Oleh Waktu


Bacaan : Kisah Para Rasul 5:26-41
Nats       : “…sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini…” (ayat 38-39)
KJ            : 200:1
Bunga Edelweiss, yang hanya bisa ditemukan di gunung Bromo dan Semeru, merupakan simbol dari “keabadian”. Alasannya adalah jika bunga-bunga lain menjadi layu beberapa waktu setelah dipetik, tetapi bunga ini tetap awet. Warna dan bentuknya tidak pernah pudar dan rusak; tetap bertahan meski sudah bertahun-tahun lamanya dari saat pertama kali dipetik.
Keabadian hanya datang dari Allah. Apa yang berasal dari Allah pasti mempunyai sifat tak lekang oleh waktu. Pewartaan kebangkitan Kristus sudah terjadi kurang lebih 2000 tahun lalu oleh rasul-rasulNya, dan itu pun masih berlangsung sampai sekarang dengan dilanjutkan oleh umat percaya kepada yang belum percaya.
Kaum skeptic dan banyak orang yang lain menganggap bahwa cerita mengenai Tuhan Yesus, apalagi kematian dan kebangkitanNya, adalah sebuah cerita fiksi belaka, bohong, mitos atau dongeng saja. Goncangkah iman kita mendengar pernyataan mereka?
Seandainya Tuhan Yesus tidak benar-benar ada dan tidak bangkit dari kematian, pasti kisah indah tentang karya, kasih dan kuasaNya itu sudah hilang ditelan bumi. Nyatanya meski para rasul dan orang-orang percaya yang mula-mula itu mengalami penganiayaan yang hebat dan kesulitan, bahkan sampai kehilangan nyawa saat memberitakannya, kisah itu tetap bertahan sampai sekarang dan membawa berjuta-juta orang menjadi beriman kepada Kristus. Jadi berita keselamatan yang kita terima ini pasti berasal dari Allah. Tidak ada yang bisa melenyapkannya. Karena itu pegang teguhlah dan lanjutkan pemberitaannya. [Gih]
“Keyakinan teguh akan kekalnya karya, kasih dan kuasa Allah dalam Kristus akan mengabadikan iman kepadaNya.”
Sumber : gkjw.web.id dan http://firmanjaya.lecture.ub.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar